Monsanto Membayar Denda Rp144 Milyar atas Penyemprotan Pestisida Ilegal di Hawaii

0
14
Logo Monsanto terlihat di pabrik Monsanto di Peyrehorade, Prancis, 23 Agustus 2019. (foto: Reuters / Stephane Mahe)

gemahripah.co – Monsanto mengaku bersalah atas penyemprotan pestisida terlarang di pulau Hawaii, dan setuju membayar $ 10,2 juta (Rp144 milyar) untuk denda kriminal. Selain itu Monsanto juga dikenakan pembayaran lainnya untuk penyemprotan dan menyimpan limbah berbahaya secara ilegal.

Seperti dilansir oleh Reuters, Departemen Kehakiman AS mengatakan pada Kamis (21/11), Monsanto menyemprot Penncap-M yang mengandung parathion metil, pestisida terlarang. Penyemprotan tersebut dilakukan pada tanaman yang dijadikan uji coba pada tahun 2014. Hal itu tetap dilakukan meskipun pihak Monsanto mengetahui bahwa Badan Perlindungan Lingkungan melarang penggunaannya sejak tahun 2013.

Dikatakan pula, Monsanto yang sekarang bagian dari Bayer AG Jerman, mengaku mengizinkan karyawan memasuki ladang yang disemprot setelah tujuh hari.  Meskipun manajemen perusahaan itu mengetahui bahwa seharusnya menunggu hingga 31 hari.

Kasus kejahatan akan dihentikan jika Monsanto menghormati ketentuan perjanjian selama dua tahun, termasuk dengan mempertahankan program kepatuhan lingkungan di situs Hawaii-nya.

Pengacara AS Nick Hanna di Los Angeles, yang mengumumkan penyelesaian itu, mengatakan pembayarannya termasuk denda pidana $ 6,2 juta (Rp87 milyar). Selain pembayaran layanan masyarakat sebesar $ 4 juta (Rp56 milyar) kepada lembaga pemerintah Hawaii. Penyelesaian ini membutuhkan persetujuan pengadilan.

Juru bicara Bayer Darren Wallis mengatakan bahwa Monsanto tidak memenuhi standarnya sendiri atau hukum yang berlaku, dan tidak mengetahui adanya masalah kesehatan atau lingkungan yang dilaporkan dari perilakunya.

“Adalah tanggung jawab kami untuk menggunakan produk pertanian dengan aman dan mengelola limbah kami dengan benar. Kami menanggapi ini dengan sangat serius dan menerima tanggung jawab penuh atas tindakan kami,” katanya, pada  Jumat (22/11).

Sejak mengakuisisi Monsanto senilai $ 63 miliar (Rp890 triliun) pada Juni 2018, Bayer telah terperosok dalam litigasi yang menghubungkan herbisida Roundup berbasis glukosat Monsanto dengan limfoma non-Hodgkin kanker. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here