Mentan Syahrul Yasin Limpo Tinjau RPH Tamarunang yang akan Dimodernisasikan

0
19
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau RPH Tamarunang. (Foto: Humas Kementerian Pertanian)

gemahripah.co – Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung Kabupaten Gowa dalam mewujudkan program Super Prioritas Pertanian (SPP) subsektor peternakan.

SPP tersebut untuk dikembangkan di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Tamarunang, yang akan dimodernisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, saat meninjau RPH Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu (9/1/2021).

Kedepan, ujar Syahrul, kawasan  ini diharapkan dapat dikembangkan dari hulu ke hilir sehingga dapat diaplikasikan di daerah lain.

“Saya diundang oleh Bupati Gowa untuk melihat RPH yang sedang dalam proses modernisasi. Beliau ingin RPH ini dioptimalisasi dan disinergikan, dengan konsep mendorong pemenuhan kebutuhan subsektor peternakan atau ternak yang ada di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut Syahrul menyampaikan, pihaknya akan mendukung kemajuan daerah di Indonesia seperti Kabupaten Gowa.

“Nanti konsep dari modernisasi RPH dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gowa sedangkan Kementan akan mendukung dalam merealisasikannya,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Syahrul, pihaknya sepakat dengan Bupati Gowa untuk bisa mempersiapkan RPH ini agar bisa lebih baik lagi.

“Tentu saja ini dimulai dari budidaya sapi yang makin kuat sebagai bagian hulunya. Yang kedua, RPH ini harus memenuhi higienitas, sesuai standar kesehatan dari peternakannya. Sehingga produk peternakan Gowa ini nantinya dapat bersaing dengan produk impor,”ujar Syahrul.

Syahrul menambahkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, upaya pengembangan  sektor pertanian  dilakukan  dari hulu ke hilir, prosesnya tidak putus.

“Nantinya, pengembangan RPH Gowa tidak hanya sapi potong dan sapi budidaya, tapi juga sapi susu. Kabupaten Gowa sejak dulu memang penghasil  susu, sehingga ini perlu ditingkatkan lagi,” tegasnya.

Syahrul menambahkan, selama ini RPH tersebut hanya untuk mengembangkan sapi. Saat menjelang idul fitri semua sapi dipotong, dan tidak lagi berlanjut karena tidak ada industrinya, tidak ada hulu dan hilirisasinya yang jelas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah, mengatakan bahwa RPH Tamarunang yang dibangun pada tahun 2000 merupakan RPH termodern di Indonesia timur saat itu.

“Permintaan kebutuhan daging yang makin meningkat dan semakin berkualitas. Hampir seluruh peralatan pendukung yang modern yang pernah dimiliki kini perlu diremajakan,” tegasnya.

Nasrullah meminta RPH ini difungsikan kembali sebagai salah satu mata rantai di hilir usaha peternakan sapi potong. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here