Menjawab Permasalahan Difabel Mendapatkan Kesempatan yang Sama dalam Mencari Pekerjaan

0
7
Beberapa startup menunjukkan bagaimana penerapan teknologi dapat menjawab berbagai tantangan dan menjadi sarana untuk penyetaraan. (Foto: Arisa Chattasa @golfarisa)

gemahripah.co – Seiring dengan agenda percepatan Transformasi Digital Nasional, Kementerian Kominfo memberikan perhatian khusus kepada kaum difabel dengan mendukung adopsi teknologi dalam inovasi-inovasi yang dapat menjawab keterbatasan sosial yang ada.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Kominfo Johnny G. Plate, dalam pembukaan Kompetisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional untuk penyandang disabilitas secara daring, di Museum Nasional, Jakarta, Jum’at (27/11/2020).

“Termasuk tentunya dalam hal ini kaum difabel. Beberapa startup telah menunjukkan bagaimana penerapan teknologi dapat menjawab berbagai tantangan dan menjadi alat untuk penyetaraan,” jelasnya.

Johnny  menyampaikan, beberapa startup seperti Thisable bisa menjawab permasalahan kaum difabel yang masih sulit mendapatkan kesempatan yang sama dalam mencari pekerjaan.

“Menyediakan platform yang menghubungkan para pencari kerja dengan instansi yang membuka lowongan kerja bagi kelompok kaum difabel,” ujarnya.

Menurutnya, contoh startup lain dengan layanan untuk difabel adalah  Tenoon.

“Dalam memberdayakan kaum difabel dan mempopulerkan tenun sebagai produk kebudayaan dari Toraja, startup Tenoon juga mendorong keterlibatan kaum difabel dalam produksi dan bisnis kain,” ungkapnya.

Untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat, Kementerian Kominfo melalui Badan Layanan Umum BAKTI Kominfo, menargetkan penyelesaian pembangunan BTS di 12.548 desa/kelurahan, yang belum terlayani sinyal 4G, paling lambat diselesaikan pada  tahun 2022.

“Dalam hal ini tentunya kaum difabel termasuk di dalamnya, Kominfo juga mempunyai komitmen memperkuat konektivitas internet di berbagai penjuru nusantara,” paparnya.

Pada tahun 2023 mendatang, lanjut Johnny, Kominfo juga berencana meletakkan High-Throughput Satellite atau satelit besar multifungsi dengan kapasitas 150 gigabyte per second di slot orbit Indonesia 146E pada kuartal IV tahun 2023.

Johnny berharap dukungan sebanyak 150 ribu titik yang belum terlayani di 150 ribu titik layanan publik di seluruh Indonesia. Di antaranya  termasuk kepentingan pendidikan, kesehatan, kamtibmas, kepentingan layanan pemerintahan desa dan kepentingan layanan publik lainnya dapat dimanfaatkan dengan baik.

Di samping itu, Kementerian Kominfo saat ini sedang memfinalisasi Peta Jalan Indonesia Digital 2020-2024, yang salah satu inisiatifnya adalah meningkatkan aksesibilitas TIK untuk kaum difabel. Selain itu, juga  mengidentifikasi peluang penggunaan TIK untuk meningkatkan kualitas hidup kaum difabel.

“Hal ini termasuk akses ke layanan kesehatan, layanan pendidikan, lapangan kerja, serta membuka peluang partisipasi yang luas di bidang ekonomi, budaya, dan sosial kemasyarakatan lainnya,” pungkasnya. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here