Memprihatinkan, Pantai-Pantai di Bali Terkubur  Sampah Plastik

0
27
Seorang peselancar berdiri di dekat hamparan sampah di Pantai Kuta. (Foto: Komang Erviani / AAP)

gemahripah.co – Pantai Bali dipenuhi oleh berton-ton sampah  akibat musim hujan. Hal ini tidak lepas dari kegagalan kronis dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

Pihak berwenang mengatakan bahwa antara 30 dan 60 ton sampah dikumpulkan setiap hari dari pantai Kuta, pantai paling terkenal di pulau itu.

Seperti dilansir The Guardian, secara teratur sampah menyerbu pantai-pantai di Bali pada saat musim hujan tiba. Tapi pihak berwenang mengatakan penumpukan sampah kali ini lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya.

Wayan Puja, dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung yang meliputi pantai Kuta, Seminyak dan Jimbaran, mengatakan bahwa sampah terus berdatangan.

“Kami telah bekerja sangat keras untuk membersihkan pantai, namun sampah terus berdatangan. Setiap hari kami mengerahkan personel dan truk untuk memuatnya,” ujarnya kepada AAP.

Menurut Wayan, lebih dari 30 ton sampah telah dibersihkan dari pantai-pantai di Kuta, Legian dan Seminyak,  pada hari Jumat (1/1/2021). Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat menjadi 60 ton pada hari Sabtu (2/1/2021).

“Sampah yang membanjiri pantai Bali merupakan fenomena yang biasa terjadi sepanjang tahun ini, karena kondisi cuaca yang semakin parah,” jelasnya.

Dr Gede Hendrawan, Kepala Pusat Penginderaan Jauh dan Ilmu Kelautan Universitas Udayana Bali, mengatakan bahwa masalah terbesarnya adalah sistem penanganan sampah Indonesia yang tidak efektif.

“Masalah terbesar sebenarnya penanganan sampah belum efektif di Indonesia. Bali baru saja mulai menata ulang, juga Jawa baru mulai, ”katanya kepada AAP.

Gubernur Bali Wayan Koster, mendesak tindakan serius untuk membersihkan pantai yang menjadi daya tarik wisata besar itu.

“Pemerintah Kabupaten Badung harus memiliki sistem penanganan sampah di Pantai Kuta, yang dilengkapi dengan peralatan dan sumber daya manusia yang memadai. Sehingga bisa bekerja dengan cepat untuk membersihkan sampah yang terbawa ke pantai,” tegasnya.

Apalagi, tambah Koster,  pada musim hujan saat ada wisatawan yang berkunjung, sistem penanganan sampahnya harus bekerja 24 jam sehari. Jangan menunggu besok.

Ribuan wisatawan biasanya berada di Bali sepanjang tahun ini, tetapi pandemi virus corona telah menghentikan perjalanan dari luar negeri, sehingga hanya ada sedikit wisatawan di Pulau Dewata tersebut.

Pemerintah Indonesia juga telah menutup perbatasannya untuk semua pendatang asing selama dua minggu, mulai 1 Januari 2021. Hal itu dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19.

Pandemi Covid-19 menyebabkan perekonomian Bali terpukul parah. Bencana ini mengakibatkan hancurnya industri pariwisata. Sebab Bali hanya mendapatkan kunjungan wisatawan domestik yang jumlahnya juga jauh berkurang dibandingkan sebelum pandemi.

Kakak beradik Rizkika Arshanty dan Rizkella Triara, wisatawan dari Jakarta, mengatakan kekecewaannya. Karena saat mengunjungi pantai Kuta mereka menemukan pantai tersebut penuh dengan sampah. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here