Luruskan Persepsi Masyarakat tentang Covid-19, Kemendikbud dan BNPB Selenggarakan Program Duta Mahasiswa Perubahan Perilaku

0
9
(Foto: United Nations COVID-19 Response @unitednations)

gemahripah.co – Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi  terus berkomitmen untuk mendukung Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Salah satunya dengan menyelenggarakan Program Duta Mahasiswa Perubahan Perilaku.

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2020), target dari program ini adalah mengubah pandangan masyarakat yang masih memiliki persepsi tidak mungkin terpapar atau terinfeksi COVID-19.

“Ini adalah misi kemanusiaan dalam rangka menyelamatkan jiwa manusia. Tugas kita harus memberikan penjelasan bahwa COVID-19 ini nyata, bukan rekayasa, bukan konspirasi. Korban jiwa sudah mencapai satu juta orang dan yang terpapar lebih dari 32 juta orang,” ujar Doni Monardo saat pengumuman Duta Mahasiswa Perubahan Perilaku di Jakarta, pada Selasa (13/10/2020).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam, menyampaikan bahwa sejak awal pandemi COVID-19, Kemendikbud bersama seluruh organisasi mahasiswa bidang kesehatan telah berhasil menjaring lebih dari 15.000 relawan untuk membantu pencegahan penyebaran COVID-19.

Semua relawan ini, lanjutnya, mendapatkan capacity building melalui webinar dari WHO, Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis.

“Saat ini, mahasiswa akan diterjunkan kembali untuk membantu Satgas Penanganan COVID-19 sebagai duta perubahan perilaku masyarakat, agar patuh terhadap protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak menghindari kerumunan, dan mencuci tangan menggunakan sabun) untuk mencegah penularan COVID-19,” jelas Nizam.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Sonny Harry B. Harmadi, menyampaikan bahwa pembentukan Bidang Perubahan Perilaku pada Satgas Penanganan COVID-19 dimaksudkan untuk menangani permasalahan penularan COVID-19 dari hulu.

Sonny menyampaikan, penanganannya dengan mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat agar patuh 3M. Pigaknya berharap, penyadaran dan perubahan perilaku tersebut dapat memutus rantai penularan COVID-19.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para duta dari kalangan mahasiswa yang mau turun langsung ke lapangan. Melakukan edukasi perubahan perilaku di masyarakat agar patuh menerapkan protokol kesehatan 3M untuk pencegahan, penghentian penularan COVID 19,” ujarnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, lanjut Sonny, Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 didukung oleh tiga sub bidang yang sangat penting dan saling mendukung, yaitu Sub Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Mitigasi.

“Kami harap tim ini mampu menggalang kolaborasi (pemerintah, media, masyarakat, pelaku usaha, dan akademisi) yang solid dan saling melengkapi,” kata Sonny.

Indikator keberhasilan  program ini antara lain adalah peningkatan persentase orang yang berubah perilakunya dari belum patuh menjadi lebih patuh, dan penurunan angka kasus aktif penularan COVID-19 di daerah sasaran.

Selain itu juga terjadinya perubahan status zonasi risiko penularan COVID-19 di daerah sasaran, serta mahasiswa mampu mengidentifikasi dan merespon masalah yang ada di lingkungannya akibat wabah COVID-19, berdasarkan pemetaan masalah dan perkembangannya secara berkala setelah diintervensi oleh kegiatan mahasiswa.

Pengelolaan duta mahasiswa perubahan perilaku akan dilakukan melalui platform daring RECON (Relawan Covid-19 Nasional) yang dapat diakses melalui tautan http://relawan.kemdikbud.go.id/.

Pelaksanaan edukasi perubahan perilaku difokuskan pada 15 kabupaten/kota di delapan provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi. Masing-masing kabupaten/kota akan menerjunkan 75 mahasiswa untuk melaksanakan program edukasi perubahan perilaku yang dibagi ke dalam 5 tim.

Setiap tim berjumlah 15 mahasiswa dan didampingi oleh satu dosen pendamping lapangan. Saat ini jumlah duta perubahan perilaku yang sudah terdaftar sebanyak 1125 mahasiswa, 90 dosen pendamping lapangan dari 73 perguruan tinggi.

Pelaksanaan edukasi perubahan perilaku dilakukan secara bertahap, dengan didahului identifikasi masalah, penyusunan program kreatif. Kemudian edukasi perubahan perilaku kepada masyarakat dengan pola pelaksanaan 20 hari di lapangan dan 5 hari evaluasi secara periodik sampai 31 Desember 2020. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here