Lintas Sektoral Pertanian Digital Menjadi Fokus Bahasan Pada Seminar Transformasi Pertanian Digital FAO di Roma

0
32

gemahripah.co – Seminar Transformasi Pertanian Digital FAO (Food and Agriculture Organisation) yang berlangsung selama dua hari, 12-13 Juni 2019 di Roma, Italia, telah berakhir. Ratusan peserta yang terdiri dari menteri pertanian dari  berbagai negara, perwakilan masyarakat sipil dan sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah, hadir pada penutupan acara itu.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal FAO,  Jose Graziano da Silva, mengundang  Chang-Gyu Hwang, CEO, Korea Telecom (KT) untuk presentasi.  Dalam presentasinya Hwang menyampaikan ringkasan yang mengesankan tentang kemungkinan teknologi digital untuk pertanian, dan apa yang telah dan sedang dilakukan KT.

Seperti dilansir oleh laman www.fao.org, seminar ini berfokus pada sub tema lintas sektoral yang terkait dengan pertanian digital. Sub tema tersebut di antaranya adalah  perlindungan data, standar data, dan dampak kemajuan teknologi pada keluarga petani.

Menurut da Silva, seminar ini bertujuan untuk mendorong pertukaran informasi di antara para pemangku kepentingan.  Seperti misalnya pembuat kebijakan, mitra pembangunan, sistem PBB, sektor publik dan swasta, penelitian dan akademisi.

“Hal ini dimaksudkan  untuk mengidentifikasi tantangan dari transformasi digital ke sistem pertanian dan pedesaan, dan mengeksplorasi jalur untuk menilai keduanya. Selain itu juga mengidentifikasi risiko dan peluang dari transformasi digital di sepanjang rantai nilai dan di daerah pedesaan.  Dan perlunya strategi untuk meningkatkan kematangan digital dalam pertanian,” ujarnya.

Lebih lanjut da Silva mengatakan, pertanian digital mengubah seluruh sistem pangan. Termasuk pola konsumsi, distribusi produk, akses ke sumber daya fisik dan keuangan di bidang pertanian. Namun, kesenjangan digital juga dapat menjadi faktor yang berkontribusi untuk meningkatkan ketidaksetaraan.

“Penggunaan teknologi digital membantu dalam proses transisi menuju sistem produksi yang lebih berkelanjutan. Selain itu, teknologi digital meningkatkan penggunaan sumber daya seperti air, pestisida, dan memungkinkan mereka mengakses berbagai layanan sosial,” paparnya. (GR / Sumber foto: www.fao.org)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here