Lahan Terdampak Banjir di Sulsel Mendapat Bantuan Benih Hingga Traktor

0
19

gemahripah.co – Petani dari tujuh kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang lahannya terdampak banjir mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan tersebut berupa benih, pupuk dan traktor secara gratis.

Sedangkan untuk petani yang lahannya sudah diasuransikan, akan mendapat ganti rugi 100 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam laporan tertulisnya pada Sabtu (15/6).

Amran juga menyampaikan bahwa Sektor pertanian di Sulawesi Selatan yang terkena dampak banjir dipastikan segera dipulihkan. Saat kunjungannya pada Sabtu (15/6), pihaknya memberikan bantuan ekskavator untuk membangun tanggul, guna mengantisipasi banjir pada masa mendatang.

“Ini kami datang atas arahan Presiden Jokowi, kami keliling habis dari Sulawesi Tenggara, ini di Sulawesi Selatan memberikan bantuan kepada yang kena dampak banjir. Dan masih banyak lagi bantuan lainnya,” ujarnya.

Bantuan yang terkumpul sampai dengan hari Sabtu sebesar Rp 10 miliar. Jumlah sebesar itu, sambung Amran, berasal dari karyawan Kementerian Pertanian dan mitra Kementerian Pertanian.

Luas pertanaman padi yang terdampak banjir di tujuh kabupaten tersebut adalah Kabupaten Soppeng 2.532 hektar meliputi tujuh kecamatan, Kabupaten Wajo 6.656 hektar meliputi 9 kecamatan, dan Kabupaten Sidrap 4.269 hektar meliputi 8 kecamatan.

Selain itu, Kabupaten Pinrang 600 hektar meliputi 3 kecamatan, Kabupaten Enrekang hanya 1 kecamatan seluas 205 hektar, Kabupaten Bone seluas 33 hektar, dan Kabupaten Luwu seluas 121,30 hektar.

Sedangkan total luas tanaman jagung yang terdampak bencana  banjir sebesar 2.003,60 hektar. Terdiri dari Kabupaten Soppeng 1.421,60 hektar dan Kabupaten Wajo 582 hektar. Untuk tanaman kedelai yang terdampak bencana banjir hanya seluas 2 hektar di Kabupaten Soppeng.

Menurut Amran, sesuai dikutip dari wartaekonomi.co, penanganan lahan pertanian yang terkena dampak banjir akan dilakukan secepatnya. Karena potensi komoditas pertanian di Sulawesi sangat banyak, dan provinsi tersebut  merupakan salah satu lumbung pangan di Indonesia.

Lebih lanjut Amran menyampaikan, pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan, selalu di atas nasional, dan  sebagian besar didukung oleh sektor pertanian. Sehingga pembangunan pertanian di Sulawesi Selatan harus dijaga. Bila perlu ditingkatkan melalui bibit unggul dan pertanian modern, yakni teknologi 4.0. Serta mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Terkait pengelolaan air irigasi, di era pemerintahan Jokowi-JK, telah dialokasikan pembangunan tiga bendungan besar di Sidrap, Luwu dan Jeneponto yang nilainya Rp. 3 triliun. Di era pemerintahan Jokowi akan terbangun semua,” pungkas Amran, seperti dikutip dari laman yang sama. (SP / Sumber foto: Humas Kementerian Pertanian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here