Kini Peternak Ayam Bisa Simpan Telur Hingga 40 Hari Sambil Menunggu Harga Bagus

0
23
(Foto: Erol Ahmed @erol)

Salah satu masalah yang dialami oleh peternak ayam petelur adalah fluktuatifnya harga. Fluktuasi harga telur ayam disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya produksi yang melimpah pada saat permintaan ayam tidak begitu banyak. Atau bisa juga karena produksi berkurang, ketika menjelang kebutuhan masyarakat mencapai puncak.

Peningkatan harga eceran telur ayam biasanya terjadi pada awal tahun, sebagai dampak lanjutan dari Hari Natal dan Tahun Baru serta liburan anak sekolah. Kemudian terjadi penurunan harga selama 1-2 bulan, sebelum naik lagi menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

Seperti dilansir oleh laman Balitbangtan, fluktuasi harga ini pada dasarnya bukan karena kurangnya produksi nasional. Telur memiliki umur simpan yang singkat, yaitu sekitar 7-14 hari pada suhu ruang. Umur simpan yang singkat menyebabkan sulitnya mengantisipasi  peningkatan kebutuhan masyarakat pada saat permintaan meningkat.

Secara umum kesegaran telur ditentukan dari kondisi cangkang, putih telur, kuning telur dan  bau. Jika terjadi perubahan pada parameter-parameter tersebut, telur tidak disukai konsumen. Lebih jauh, dari sisi kesehatan, telur yang telah menurun mutunya dapat memiliki tingkat cemaran mikroba yang melebihi batas, sehingga berbahaya bagi kesehatan.

Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB-Pascapanen) mengembangkan teknologi penanganan telur ayam untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan kesegarannya.

Pemberian lapisan khusus (coating) pada telur dapat meningkatkan umur simpan telur menjadi 30 hari pada suhu ruang, atau hingga 40 hari pada ruangan ber-AC. Coating yang dapat digunakan dalam penanganan telur adalah bahan alami berbasis protein serta larutan kapur.

Peningkatan umur simpan juga ditentukan oleh penanganan telur yang baik dari sejak ditelurkan di kandang hingga siap didistribusikan. Sanitasi dan higienitas kandang sangat penting untuk diperhatikan. Telur yang dipanen harus segera disortasi dan dipisahkan dari yang kotor maupun retak dan abnormal.

Pembersihan telur yang kotor perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Meskipun tanpa coating, telur yang bersih dan ditangani dengan baik bisa terjaga kesegarannya selama 15 hari (bahkan bisa lebih) pada suhu ruang. Tidak hanya masih memenuhi preferensi konsumen, dari sisi keamanan pangan pun hasil analisis menunjukkan telur sangat aman dikonsumsi.

Teknologi coating telur, dikombinasikan dengan pengaturan suhu yang lebih rendah seperti suhu AC atau suhu lemari pendingin (kulkas) dapat diterapkan jika umur simpan yang dibutuhkan lebih panjang lagi. Misalnya, saat stok telur perlu didistribusikan lebih jauh dari sentra penghasil telur, atau saat mengantisipasi peningkatan permintaan dimana persiapan pasokan perlu dilakukan lebih awal. Lebih lanjut, implementasi teknologi ini relatif mudah dan tidak membutuhkan investasi besar. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here