Kesepakatan Perdagangan Fase Satu AS dan Tiongkok

0
7
(foto: Reuters)

gemahripah.co, Washington – Pejabat AS dan Tiongkok hampir menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjian perdagangan. Hal ini terjadi setelah pembicaraan telepon tingkat tinggi antara kantor Perwakilan Perdagangan AS dan Kementerian Perdagangan China, pada Jumat (25/10), seperti dilansir oleh Reuters.

“Mereka membuat kemajuan dalam isu-isu spesifik dan kedua belah pihak hampir menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjian. Diskusi akan terus berlangsung dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat, ” kata salah seorang narasumber yang tidak disebutkan jati dirinya.

Washington dan Beijing sedang melakukan kesepakatan seperti tertuang dalam  perjanjian perdagangan “Fase 1”, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 11 Oktober. Trump berharap untuk menandatangani kesepakatan dengan Presiden China Xi Jinping bulan depan, pada pertemuan puncak di Chili .

Dalam pernyataan terpisah yang diposting di situs web Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Sabtu pagi (26/10), Beijing mengkonfirmasi bahwa “konsultasi teknis” tentang beberapa bagian dari perjanjian perdagangan itu pada dasarnya sudah selesai.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan bahwa kedua belah pihak mengonfirmasi Amerika Serikat akan mengimpor produk unggas dan ikan lele dari Tiongkok. Sementara Pemerintah Tiongkok akan mencabut larangan unggas AS masuk ke negaranya.

Beijing menginginkan Pemerintah AS untuk  membatalkan beberapa tarif pada impor komoditas dari Tiongkok. Hal ini sebagai imbalan atas janji untuk meningkatkan pembelian komoditas AS seperti kedelai.

Amerika Serikat ingin Beijing berkomitmen untuk membeli produk-produk tersebut pada waktu dan harga tertentu. Sementara importir dari Tiongkok menginginkan keleluasaan untuk membeli berdasarkan kondisi pasar.

Dua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut berusaha untuk menenangkan perang dagang yang sudah terjadi selama 16 bulan. Perang dagang ini sempat mengguncang pasar keuangan, mengganggu rantai pasokan dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

“Mereka ingin membuat kesepakatan yang sangat buruk. Mereka akan membeli lebih banyak produk pertanian daripada yang diperkirakan siapa pun,”  kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, pada Jumat (25/10).

Trump sepakat awal bulan ini untuk membatalkan kenaikan tarif pada 15 Oktober atas barang-barang Tiongkok senilai USD 250 miliar. Pembatalan ini merupakan bagian dari perjanjian tentatif pembelian pertanian dan  peningkatan akses ke pasar layanan keuangan Tiongkok. Selain itu juga sebagai peningkatan perlindungan untuk hak kekayaan intelektual dan pakta mata uang.

Para penasihat Gedung Putih berharap untuk memperkuat perjanjian yang mengikat dan dapat ditegakkan dengan Beijing. Termasuk janji tidak memaksa perusahaan-perusahaan AS untuk mentransfer teknologi ke perusahaan-perusahaan Tiongkok yang melakukan bisnis di negara tirai bambu tersebut.

Beberapa sumber mengatakan, Beijing diperkirakan akan meminta Washington  agar membatalkan rencananya untuk mengenakan tarif senilai USD 156 miliar barang-barang Tiongkok. Termasuk ponsel, komputer laptop dan mainan, pada 15 Desember.

Salah satu sumber menyampaikan, Beijing juga minta penghapusan tarif 15% yang diberlakukan pada 1 September untuk  sekitar USD 125 miliar barang China. Trump memberlakukan tarif pada bulan Agustus setelah  pembicaraan gagal.

Pada dekade sebelum Trump berkuasa, pembelian pertanian dari  AS dan produk-produk terkait AS ke Tiongkok mencapai USD 25,2 miliar pada 2016. Namun transaksi tersebut turun menjadi USD 13,2 miliar pada 2018, setelah AS menetapkan tarif ratusan miliar dolar untuk barang-barang Tiongkok. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here