Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito: Wilayah Kluster akan Diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro

0
7
Suasana di Senayan, Jakarta Selatan, saat lengang. (Foto: Ilmie Yuntafau @ilmieyuntafau)

gemahripah.co – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dilaksanakan apabila ada kluster atau sekumpulan kasus teridentifikasi pada wilayah-wilayah lebih kecil dari kabupaten/kota, misalnya kecamatan, kelurahan atau RT/RW tertentu.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, dalam dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Dengan demikian, jelas Wiku, di daerah tersebut tidak terjadi mobilitas penduduk ke daerah lainnya dan penanganannya bisa lebih fokus.

‚ÄúDiharapkan pada provinsi-provinsi prioritas tersebut betul-betul bisa dilakukan pengendalian terbaik, dengan kerjasama seluruh aparat baik dari pemerintah daerah maupun dari Polri dan TNI, sehingga dapat ditangani dengan tuntas,” tegasnya.

Mengenai kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, dia melihat dalam 5 minggu terakhir kondisi peta zonasinya berada di zona merah dan oranye. Sehingga ada pembatasan-pembatasan ketat yang dilakukan Pemda DKI Jakarta.

“Ini adalah proses yang harus dilakukan, perlu adanya gas dan rem. Yaitu memastikan apabila kasusnya meningkat dan mulai tidak terkendali dan berjalan cukup lama, maka perlu pengetatan pada aktivitas tertentu yang berkontribusi pada peningkatan kasus tersebut,” paparnya.

Lebih lanjut Wiku menyampaikan, perlakuan yang sama tidak tertutup kemungkinan juga akan diberlakukan kepada seluruh daerah di Indonesia apabila, zona merahnya berlangsung selama beberapa Minggu. Sebab situasi tersebut adalah alarm, maka harus dilakukan  pengendalian yang lebih ketat.

Pada kesempatan itu Wiku juga mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Pemerintah pusat dan daerah termasuk masyarakatnya harus bekerjasama untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan yang tidak terkendali.

“Semakin banyak yang bisa menjalankan protokol kesehatan secara konsisten, maka itu adalah kunci kita menekan kasus yang ada,” pungkasnya. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here