Jahe Hasil Budidaya Petani Tanjung Balai Asahan Kembali Diekspor Ke Malaysia

0
22
(Foto: Don Shin @chapelbeach)

gemahripah.co – Sebanyak 2 ton Jahe yang dibudidayakan para petani di Kabupaten Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara (Sumut) diekspor ke Malaysia.

Melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/1), Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai (TB) Asahan Edwar Syam menyampaikan bahwa nilai ekspor jahe yang difasilitasi oleh Karantina TB Asahan tersebut mencapai Rp10 juta.

“Ini yang perdana sejak Malaysia menutup pelabuhan lautnya semenjak bulan Maret 2020 akibat pandemi Covid-19,” ujarnya

Edwar menyampaikan, berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST di wilayah kerjanya tahun 2019 tercatat sebanyak 62 kali kegiatan ekspor jahe dengan total 330,2 ton. Nilai ekonominya mencapai Rp. 2,1 milyar dengan tujuan negara Malaysia.

“Sementara pada tahun 2020 hanya 1 kali eksportasi jahe dengan total 3 ton dengan nilai ekonomi Rp. 10 juta saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Adianto, pimpinan PT Berkat Lautan Berjaya selaku eksportirnya, mengakui bahwa  pada tahun 2020 pihaknya kesulitan melakukan ekspor hasil pertaniannya.

Selain karena kebijakan karantina wilayah di Malaysia, katanya, jahe Sumut juga harus memenuhi kebutuhan pasokan pasar dalam negeri yang ikut melonjak di masa pandemi.

“Kebutuhan pasar domestik tahun lalu sangat tinggi, ini juga sangat membantu menyerap hasil panen jahe kami, walaupun harga sedikit di bawah harga ekspor, tapi kami cukup bersyukur,” jelas Adianto.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengapresiasi dibukanya kembali pintu ekspor komoditas jahe di negara Malaysia.

Menurut Jamil, dalam menyiasati kondisi pandemi yang masih belum berakhir, Kementerian Pertanian terus melalukan perbaikan ekosisitem usaha dibidang agribisnis.

“Salah satunya dengan fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian yang dapat dimanfaatkan baik oleh petani maupun pelaku usaha,” paparnya.

Selain untuk budidaya, lanjut Jamil, dapat juga untuk proses hilirisasi sehingga harga jual bisa semakin tinggi

Selaku otoritas karantina dan sekaligus berperan sebagai fasilitator pertanian di perdagangan internasional, pihaknya menyiapkan layanan klinik agro ekspor disetiap kantor layanan karantina.

“Untuk ekspor pertanian, kami siapkan ‘karpet merah’,” ungkapnya. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here