Hasil Panen Padi dengan Benih Petro Hibrid di Situbondo Tembus 10,6 ton Per Hektar

0
30
(foto: RA Bram)

gemahripah.coDemonstration plot (demplot)  Petro Hibrid di Desa Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, berhasil memperoleh panen 10, 6 ton per hektar. Keberhasilan panen tersebut dirayakan dengan mengundang beberapa petinggi di Kabupaten Situbondo.  Petro Hibrid merupakan benih padi hibrida dengan varietas Hipa 18 yang diproduksi oleh Petrokimia Gresik.

Panen bersama yang dilaksanakan pada Kamis (7/11) itu, dihadiri oleh Suparapto, anggota Komisi II DPR Kabupaten Situbondo dan Hasan Husni, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Situbondo, serta beberapa petani dan penyuluh pertanian.

Munarwi, petani yang lahannya dijadikan demplot, mengungkapkan bahwa hasil panen paling tinggi sebelumnya hanya mencapai 7,6 ton per hektar.  Saat itu dia mengaplikasikan 500 kg Urea, 200 kg, dan PHONSKA 150 kg,  serta pupuk kandang.

“Untuk demplot ini Saya menggunakan 75 kilogram PHONSKA Plus, 120 kilogram Petroganik, 10 kilogram Petro Biofertil, dan 100 kilogram ZA, untuk 0,2 hektar. Sebenarnya hasil panennya bisa lebih tinggi, jika tidak terkena serangan hama penggerek batang” ujarnya.

Menurut Suparapto, anggota Komisi 2 DPR Kabupaten Situbondo, saat ini masih banyak petani yang asal beli pupuk dan pestisida untuk mengendalikan hama  di wilayah kerjanya. Jika para petani memahami apa yang diinginkan oleh tanaman yang dibudidayakan, maka mereka akan memetik hasil yang maksimal.

“Jadi mari kita belajar bersama-sama. Jika ada acara penyuluhan dari PPL, ada acara kumpul-kumpul seperti ini, mari kita diskusikan bagaimana cara budidaya yang baik dan benar. Ibratnya jangan sampai kita sakit kepala, tapi minum obat sakit perut,” ujarnya.

Tapi seandainya para petani paham apa yang dibutuhkan tanaman, tegasnya, maka tanaman akan memberikan hasil yang optimal.

“Oleh karena itu mulai sekarang mari  mencoba untuk memperhatikan komoditas yang kita tanam. Karena mereka juga makhluk hidup yang perlu perhatian dan kasih sayang,” pungkasnya. (RA Bram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here