Hadapi Musim Tanam Okmar, PG Tingkatkan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Hingga Empat Kali Lipat

0
74
(foto: gemahripah.co)

gemahripah.co – Untuk mengantisipasi  kemungkinan lonjakan permintaan pada musim tanam Oktober-Maret (Okmar), Petrokimia Gresik (PG) meningkatkan ketersedian stok pupuk bersubsidi, tiga hingga empat kali lipat.  PG juga memastikan penyaluran pupuk subsidi tersebut lancar sesuai alokasi yang ditetapkan Pemerintah.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan PG Yusuf Wibisono, ketika konferensi pers di Gresik, Kamis (26/9). Pupuk bersubsidi yang disiapkan anggota holding PT Pupuk Indonesia itu, kata Yusuf, sebanyak 787.280 ton.  Sedangkan ketentuan dari pemerintah hanya  188.018 ton.

“Rinciannya, pupuk Urea 47.776 ton, ZA 138.690 ton, SP-36 197.814 ton, NPK Phonska 342.834 ton dan pupuk organik Petroganik 60.168 ton. Stok ini merupakan bagian dari 1,26 juta ton stok pupuk bersubsidi yang disiapkan Pupuk Indonesia pada musim tanam Okmar 2019-2020,” jelasnya.

Lebih lanjut Yusuf menyampaikan, dalam penyaluran pupuk bersubsidi, PG berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 47/2018, tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi tahun anggaran 2019. Dalam Permentan tersebut, alokasi pupuk bersubsidi tahun ini yang harus disalurkan oleh Pupuk Indonesia sebanyak 8,87 juta ton.

“Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat alokasi 5,24 juta ton. Hingga 25 September 2019, Petrokimia Gresik telah menyalurkan 3,66 juta ton (70%). Sedangkan untuk pendistribusian, Pupuk Indonesia maupun Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian,” ungkapnya.

Dalam menyalurkan pupuk bersubsidi, jelas Yusuf, PG berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu. Penyaluran ini dikawal oleh 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan atau SPDP dan 323 asisten SPDP Petrokimia Gresik di seluruh Indonesia.

“Mereka (SPDP) rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan, kelompok tani, hingga aparat keamanan setempat. Selain itu kami juga didukung fasilitas distribusi mumpuni, yaitu lebih dari 300 gudang penyangga dengan kapasitas sekitar 1,4 juta ton, lebih dari 650 distributor, dan lebih dari 28 ribu kios resmi,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana berharap produsen pupuk, distributor, dan seluruh kios resmi meningkatkan sinergi untuk kepentingan petani, dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia.

Wijaya mengingatkan, pihaknya tidak ragu untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan melakukan kecurangan. Sebab, pupuk bersubsidi merupakan amanat undang-undang yang harus disalurkan sesuai aturan.

“Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang tidak menyalurkan dengan jujur. Kami ingatkan juga bahwa setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara,” tegas Wijaya Laksana. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here