Gugatan Pemerintah AS Kepada Bayer AG terkait Herbisida Pemicu Kanker Ditunda

0
11
(foto: Merco Press)

gemahripah.co – Tuntutan hukum AS atas klaim terkait dengan herbisida Roundup berbasis glifosat yang bisa menebabkan kanker telah ditunda.  Seperti dilansir oleh Merco Press, penundaan tersebut atas permintaan pihak Bayer AG, sebagai penanggungjawab produksi herbisida Roundup, dan disepakati pada Februari 2020.

“Tanggal percobaan 15 Okt 2019 untuk Winston v. Monsanto di St. Louis City telah ditunda,” kata  sumber dari Bayer dalam sebuah pernyataan, pada Minggu (6/10).

Ken Feinberg sebagai mediator mencoba untuk menegosiasikan penyelesaian antara perusahaan dan penggugat AS. Hal ini dilakukan setelah juri California menemukan bahwa Monsanto, seharusnya memperingatkan tentang risiko kanker. Monsanto adalah produsen Roundup berbasis glisofat, yang sudah diakuisisi Bayer AG.

“Dengan perubahan dalam jadwal persidangan dan tidak ada tanggal persidangan yang ditetapkan sepanjang sisa tahun ini, banding dari tiga persidangan yang telah diselesaikan akan menjadi fokus penting dari proses pengadilan pada bulan-bulan mendatang,” ujar pejabat berwenang dari Bayer AG.

Jumlah penggugat AS yang menyalahkan Roundup dan pembunuh gulma berbasis glifosat lainnya yang menjadi pemicu kanker, telah meningkat tmenjadi 18.400 per 11 Juli 2019. Hal ini menjadi penyebab terpukulnya harga saham Bayer AG.

“Belum ada tawaran dari Bayer AG untuk membayar miliaran dolar dalam menyelesaikan klaim di Amerika Serikat terkait dengan herbisida Roundup,” tegas mediator Ken Feinberg, menampik laporan mengenai efek yang mendorong sahamnya hingga 11% lebih tinggi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 13 Mei lalu Bayer AG diperintahkan oleh juri California Utara untuk membayar lebih dari $ 2 miliar, kepada suami-istri Alva dan Alberta Pilliod. Pasangan tersebut didiagnosis menderita kanker setelah menggunakan Rounded Weedkiller. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here