Glifosat Mulai Ditinggalkan, Dunia Pertanian Beralih ke Microwave dan Listrik untuk Membasmi Gulma

0
27
Sistem Xpower membunuh gulma dengan kejutan listrik. (Foto: Xpower)

gemahripah.co – Kekhawatiran tentang glifosat (pembasmi gulma) yang paling banyak digunakan di dunia, mulai muncul  sejak tahun 2015. Saat itu Badan Internasional untuk Penelitian Kanker untuk Organisasi Internasional (IARC), salah satu organisasi di bawah WHO, mengatakan bahwa glisofat merupakan karsinogenik.

Seperti dilansir oleh BBC, dengan berisikonya pengunaan glifosat, banyak petani dari berbagai negara yang beralih ke pembasmi gulma yang ramah lingkungan.

Ada yang menggunakan foamstream,  menggunakan campuran air panas dan busa yang dapat terbiodegradasi, yang terbuat dari minyak nabati dan gula.

Menurut Greatrex, dari Vale of Glamorgan Council, foamstream mudah diaplikasikan jika kita memahami kontrol pada mesin.

“Meskipun itu bukan peluru ajaib untuk menggantikan glifosat,  foamstream membuat kita berpikir tentang apa yang kita lakukan secara keseluruhan pada lingkungan,” ujarnya.

Dalam upaya untuk meminimalkan penggunaan pestisida, beberapa petani menyempurnakan teknologi pembasmian gulma yang ditinggalkan di masa lalu, seperti menyiangi gulma dengan listrik.

“Hal itu pernah dicoba di jalur kereta api pada abad 19, tapi mereka tidak pernah berhasil karena energinya sulit dikendalikan,” kata Karsten Vialon perusahaan pemasok pertanian presisi AGXtend.

Tetapi, katanya, karena gulma telah mengembangkan resistensi terhadap herbisida, dan masalah lingkungan dan kesehatan telah muncul, listrik bisa menjadi alternatif yang layak untuk dicoba sekali lagi.

Sistem XPower, yang menempel pada traktor, membunuh gulma dalam waktu kurang dari satu detik. Caranya  dengan mengalirkan listrik untuk menghancurkan ikatan pembuluh yang mengangkut air dan nutrisi.

“Listrik tidak memiliki residu, risiko erosi yang rendah, dan efisiensi yang tinggi karena kita dapat mengendalikan seluruh pabrik secara sistemik. Kita bisa menghancurkan gulma apa pun,” kata Vialon.

Sementara itu, perangkat baru yang dibuat oleh University of Melbourne dengan nama G-Microwave sedang menjalani uji coba di Victoria.

Gelombang mikro yang dipancarkan oleh sistem microwave memanaskan molekul air di dalam gulma dan menyebabkannya bergetar. Proses ini bisa merusak dinding sel dan membunuh gulma. Di samping itu, gelombang mikro juga dapat memanaskan tanah, sehingga mampu membunuh benih gulma.

“Penggunaan Microwave bisa menghemat biaya dan tidak terpengaruh dengan hujan, kondisi berangin atau bahkan ketikan dilakukan pada malam hari. Kondisi tersebut tidak mungkin dilakukan jika dilakukan dengan penyemprotan herbisida,” kata Paul Barrett, dari perusahaan investasi IP Group.

Leo de Montaignac, kepala eksekutif Weedingtech, percaya bahwa dengan meningkatnya kekhawatiran tentang glifosat, pasar alternatif akan booming.

“Selama beberapa dekade mendatang, kita akan melihat larangan langsung terhadap herbisida kimia di ruang publik. Hal ini menjadikan penggunaan microwave dan listrik akan meningkat,” ujarnya. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here