Ekspor Pupuk NPS Produksi Petrokimia Gresik ke India untuk Tahun 2019 Mencapai 188,98 Ribu Ton

0
17
Petugas Petrokimia Gresik memastikan kesiapan pupuk NPS sebelum diekspor ke India. (Foto: Humas PG)

gemahripah.co – Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik (PG) Rahmad Pribadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/12). India sebagai negara dengan perekonomian yang sedang berkembang pesat, ujarnya,  memang menjadi pasar utama pupuk NPS yang diroduksi PG.

Rahmad menyampaikan, ekspor pupuk majemuk tersebut ke India untuk tahun 2019 digenapi dengan dikapalkannya 26 ribu ton  NPS 20-20-0+13S dalam bentuk curah, pada Selasa (31/12).

“Perinciannya, bulan Maret 27,5 ribu ton, April  26,3 ribu ton, Mei 27 ribu ton, Agustus 27,1 ribu ton, Oktober 27,3 ribu ton, November 27,5 ribu ton dan Desember 26 ribu ton,” jelasnya.

Saat ini, papar Rahmad,  pihaknya memang sedang menjalankan program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG). Di mana perusahaan ingin menjadi produsen pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri.

“Sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor komersial, sebagai antisipasi atas wacana pengalihan subsidi pupuk oleh pemerintah. Oleh karena itu kami saat ini tengah fokus memperkuat pasar pupuk komersial, baik domestik maupun mancanegara,” tegasnya.

Untuk memperkuat captive market di India, pada November 2019  PG telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gujarat State Fertilizers and Chemical.  Kuantum dalam MOU tersebut sebesar 200 ribu ton pupuk NPS, yang akan diekspor pada tahun mendatang.

Selain pupuk NPS, lanjutnya, India juga menjadi negara tujuan ekspor pupuk Urea dan ZK. Hingga penghujung tahun 2019, PG telah mengekspor pupuk Urea sebesar 133 ribu ton dan ZK 800 ton ke negara tersebut. Dengan demikian, total ekspor pupuk komersial PG ke India mencapai 323 ribu ton.

“Untuk memperluas penetrasi ekspor, Petrokima Gresik juga aktif menjajaki kerja sama penjualan ke pembeli di negara lain, terutama di Asia dan Afrika,” ungkap Rahmad.

Saat ini, katanya, PG memiliki kapasitas produksi pupuk dan non-pupuk sebesar 8,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, ekspor dilakukan setelah pihaknya tuntas memenuhi alokasi pupuk bersubsidi, sebagai bentuk dukungan PG kepada  pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Sedangkan penetrasi pasar ekspor, merupakan upaya Petrokimia Gresik untuk mendukung pemerintah dalam menekan defisit neraca perdagangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here