Di Pasar Murah Wonosobo, PG Jual Berbagai Produk Non-subsidi Berkualitas dengan Harga Miring

0
40
(foto: Humas PG)

gemahripah.co – PT Petrokimia Gresik (PG) kembali menggelar pasar murah, yang menawarkan berbagai pupuk non-subsidi. Kali ini lokasi yang disasar Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Jumat (19/7). Seperti halnya pasar murah di Probolinggo yang dilaksanakan sehari sebelumnya, dalam acara tersebut PG juga memberikan diskon besar.

Paket NPK PHONSKA Plus kemasan 25 kilogram, NPK Petro Nitrat kemasan 25 kilogram, dekomposer Petro Gladiator kemasan 1 kilogram, dan pupuk hayati Petro Biofertil kemasan 2 kilogram, hanya dibandrol Rp388 ribu saja. Padahal harga di kios bisa mencapai Rp518 ribu.

Menurut Direktur Pemasaran PG, meinu Sadariyo, dipilihnya Wonosobo sebagai lokasi pasar murah  karena kabupaten dengan udara sejuk itu merupakan salah satu sentra hortikultura di Jawa Tengah.

“Selain menjual sarana produksi pertanian dengan harga murah, kami juga mendatangkan mobil uji tanah ke lokasi acara. Tujuannya adalah untuk memberi fasilitas uji tanah gratis kepada petani,” ujarnya.

Para petani yang ingin mengujikan tanah pada lahan yang mereka garap, lanjut Meinu, bisa langsung membawa contoh tanah. Hasil uji tanah tersebut segera diketahui, sehingga petani akan memperoleh rekomendasi pemupukan yang tepat dan berimbang. “Tujuannya agar lahan pertanian memiliki produktivitas optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Utama PG Rahmad Pribadi mengungkapkan, kegiatan pasar murah ini merupakan salah satu  strategi program transformasi bisnis, yaitu memperkuat brand image produk non-subsidi.

Hal tersebut untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar komersial domestik.  “Selain itu, langkah ini merupakan upaya perusahaan untuk memperkuat posisi produk non-subsidi di pasar komersial, sekaligus sebagai antisipasi terkait wacana pengalihan subsidi pupuk,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rahmad menyampaikan, dari hasil riset dan uji coba di berbagai daerah,  produk-produk tersebut terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk di sektor hortikultura.

“Kami memiliki banyak produk non-subsidi dari hulu hingga hilir seperti benih unggul, pupuk, pengendalian hama, dekomposer, hingga probiotik. Karena taget kami adalah untuk menjadi dominant player dan market leader di Indonesia,” pungkasnya. (RA Bram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here