Degradasi Tanah, Momok bagi Ketahanan Pangan Dunia

0
86
(foto: gemahripah.co)

gemahripah.co, Kanada – Sepertiga tanah di dunia mengalami degradasi. Secara global, 25 miliar hingga 40 miliar ton tanah tererosi setiap tahun. Lima miliar ton terkikis setiap tahun karena pengolahan tanah. Hal itu terungkap dalam seminar Global Forum on Soil Stewardship di Carman, Manitoba, pada Kamis (25/7).

Data-data tersebut disampaikan oleh Francis Zvomuya,  ilmuwan tanah dari University of Manitoba, seperti dilansir oleh Manitoba Co-operator. Zvomuya menjadi pembicara utama di dalam forum tersebut,

“Artinya adalah lahan untuk bercocok tanam sudah menyusut. Sedangkan pada sisi lain, kita  dihadapkan dengan masalah pertumbuhan populasi global. Petani tidak bisa menanam tanaman sebanyak yang  biasa mereka lakukan. Sehingga hasil panen akan turun dan  memiliki implikasi ekonomi juga,” ujarnya.

Sekitar 10 persen lahan pertanian Kanada memiliki erosi sedang hingga parah, kata Zvomuya, mengutip profesor Universitas Manitoba, David Lobb.

Menurut Zvomuya, degradasi tanah di seluruh dunia tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari salinisasi tanah melalui praktik irigasi yang buruk, ketidakseimbangan nutrisi, genangan air, kontaminasi, pemadatan, pengasaman,  kehilangan karbon organik, hingga soil sealing.

Soil sealing adalah penutupan tanah oleh bangunan, konstruksi dan lapisan dari bahan artifisial sepenuhnya atau sebagian kedap air, seperti aspal dan beton.

“Ada sekitar 130.000 hektar tanah telah hilang karena soil sealing di Kanada. Tingkat nutrisi residu di tanah padang rumput adalah “ancaman utama” dan berkontribusi terhadap degradasi danau,” tegas  Zvomuya.

Di padang rumput, lanjut  Zvomuya, erosi tanah dulunya merupakan masalah utama. Tapi pertanian konservasi telah mengurangi secara drastis  ke tingkat minor.

Menurut perkiraan  David Lobb , ilmuwan tanah Universitas Manitoba,  kehilangan hasil panen karena erosi tanah, termasuk erosi pengolahan tanah, sebesar $ 3,1 miliar setiap tahun di Kanada.

Peserta seminar juga diajak untuk melihat sendiri  ‘tanggul’ tanah setinggi 1,5 – 2 meter. Tanggul tersebut ditimbulkan oleh angin, yang dikeluarkan menjadi pagar. Beberapa peserta juga melihat pagar yang tertimbun, yang menyisakan hanya bagian atasnya saja.

“Jika kami kehabisan air, kami berdoa untuk hujan. Jika kami kehabisan tanah, kami meminta maaf. Mengutip apa yang dikatakan Bob Kerrey, tidak ada kebenaran yang lebih baik dari itu,” ujarnya menutup sambutannya dalam acara  yang diselenggarakan oleh Canadian Foodgrains Bank tersebut. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here