Dari Billing System ke Program Kartu Petani Berjaya, Upaya Pemprov Lampung Tingkatkan Kesejahteraan Petani

0
123
(foto: gemahripah.co)

Oleh Sukodim 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani.  Salah satunya adalah dengan membuat sistem untuk memperlancar penyaluran pupuk subsidi.

Bermula dari program Billing System yang sempat berjalan selama 3 tahun. Pada tahun 2020  ini Pemprov Lampung akan menerapkan Program Kartu Petani Berjaya. Inovasi tersebut bertujuan untuk mengefektifkan penyaluran pupuk subsidi sesuai kriteria 6 tepat, agar pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat.

Program Billing System

Penebusan dan penyaluran pupuk subsidi pada program Billing System diatur dalam Peraturan Gubernur Lampung No.99 Th 2016. Ujicoba pertama dilakukan di 6 kecamatan di Lampung Selatan dan semua kecamatan di Kota Metro. Sampai dengan akhir tahun 2019 program Billing System sudah diterapkan di 28 kecamatan.

Pada sistem ini kelompok tani melakukan pemesanan melalui aplikasi, kemudian datang dan melakukan pembayaran di Bank Lampung sesuai harga harga eceran tertinggi (HET). Setelah mendapatkan bukti bayar, ketua kelompok tani mengambil pupuk di kios sesuai bukti transaksi. Dana yang dibayarkan kelompok tani masuk ke rekening distributor dan margin pengecer masuk ke rekening pengecer.

Kelebihan sistem ini adalah HET bisa tercapai, kelompok tani mengetahui jatah pupuknya selama setahun, dan kelembagaan kelompok tani menjadi hidup. Tapi kendalanya adalah jarak tempuh. Sebab tidak semua kelompok tani tinggal di lokasi yang dekat dengan kantor Bank Lampung. Belum lagi dalam prosesnya harus antri, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Selain itu, kelompok tani yang tidak memiliki modal harus mengumpulkan uang petani terlebih dahulu.

Program Kartu Petani Berjaya

Gubernur Lampung Arinal Djuanidi membuat terobosan lagi dengan program Kartu Petani Berjaya (KPB). Secara umum KPB  hampir sama dengan Kartu Tani yang diusung oleh Kementerian Pertanian. Hanya saja, jika Kartu Tani berupa kartu elektronik, KPB menggunakan aplikasi.

Tujuan dari program KPB adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dengan penyelesaian permasalahan petani secara terstruktur, sistematis, dan terintegrasi melalui teknologi informasi.

Menurut Arinal Djunaidi, KPB tidak hanya memudahkan petani dalam memperoleh pupuk subsidi, tapi juga bantuan benih dan permodalan (Antara, 3 Oktober 2019). Selain itu KPB juga bisa untuk mendapatkan asuransi pertanian, transaksi pemasaran hasil pertanian, penyaluran bantuan, dan sumber informasi.

KPB juga mengintegrasikan user dan stakeholder, seperti petani, pemasok, off taker hasil pertanian, perbankan, lembaga ekonomi desa, dan pemerintah.

Sedangkan manfaat KPB bagi produsen dan distributor pupuk adalah :

  1. Tersedianya informasi secara detail dan akurat tentang kebutuhan pupuk untuk petani, sehingga bisa menjadi acuan untuk produksi, penyediaan stok, dan penyaluran, baik pupuk subsidi maupun nonsubsidi.
  2. Pengendalian rantai pasok dalam pelayanan distribusi pupuk sampai ke level petani, khususnya pupuk subsidi.
  3. Kepastian arus uang, baik dalam penebusan pupuk subsidi maupun kebutuhan usahatani lainnya, dengan memanfaatkan kelembagaan perbankan, dan metode cashless (transaksi elektronik).

Dalam KPB tidak ada transaksi manual. Program dimulai dengan penetapan rencana usaha tani: apa saja kebutuhan petani, kapan tanam, bagaimana kesiapan sarana produksinya, berapa kebutuhan modalnya, dan berapa proyeksi hasil atau pendapatan petani.

Inovasi – inovasi itu terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, karena sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis terhadap pembangunan perekonomian di propinsi tersebut. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (2019), sektor pertanian, kehutanan, & perikanan memiliki kontribusi sebesar 29,8% terhadap PDRB Propinsi Lampung pada triwulan III tahun 2019.  (Penulis adalah Alumnus Pertanian Universitas Brawijaya. Saat ini menjadi staf penjulan Petrokimia Gresik untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here