CSR Petrokimia Gresik Beri Bantuan 500 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Pati

0
22
Penyerahan bantuan 500 paket sembako untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pati. (Foto: gemahripah.co)

gemahripah.co – CSR Petrokimia Gresik melalui program “Petrokimia Gresik Peduli dan Berbagi” memberikan bantuan berupa 500 paket sembako pada korban banjir di Kabupaten Pati.

Menurut Vice President CSR Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/2/2021), bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang tinggal di Kecamatan Juwana dan Kecamatan Jakenan.

“Masing-masing paket terdiri dari 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula, dan 3 bungkus mie instan,” ujarnya.

Ihwan menyampaikan, mayoritas korban banjir adalah petani, di mana sawah mereka terendam air sehingga berpotensi  puso.

“Informasi mengenai masyarakat terdampak banjir kami peroleh dari masing-masing kepala desa di dua kecamatan tersebut, melalui surat yang dikirim kepada kami. Luasan sawah yang terendam mencapai ratusan hektar,” jelasnya.

Menurut Ihwan, selain sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, bantuan CSR tersebut sebagai wujud hadirnya Petrokimia Gresik dalam memberi solusi atas bencana yang terjadi di Kabupaten Pati.

“Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat terdampak. Dan  kami berharap semoga banjir di beberapa desa di Pati segera surut, sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali,” katanya.

Ihwan mengungkapkan, sebelumnya CSR Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan sebanyak 1000 paket sembako untuk masyarakat terdampak banjir di 15 kecamatan dan 120 Desa/Kelurahan di Kabupaten Lamongan.

Bantuan tersebut diserahkan  secara simbolis di Kantor Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Rabu (10/2/2021).

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Mugito, yang terdampak meliputi 8.026 rumah, 8.342 KK dan 32.796 orang.

“Selain itu juga 65 ribu meter akses jalan dan 10 ribu hektar lahan pertanian. Bencana yang terjadi pada Desember 2020 hingga akhir Januari 2021 itu, menyebabkan kerugian sekitar Rp56 milyar,” paparnya. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here