Covid-19 Mewabah, Produksi Jagung dan Padi di Tuban Tak Terpengaruh

0
11
Lahan jagung yang siap dipanen (Foto: Humas Kementan)

gemahripah.co – Beberapa daerah sentra produksi pangan di Indonesia pada bulan Maret-April memasukin masa panen. Salah satunya adalah Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Seperti dilansir laman Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban Murtadji menyampaikan bahwa beberapa sentra jagung dan padi di Kabupaten Tuban secara umum memasuki masa panen mulai Maret hingga April 2020.

Salah satu wilayah yang saat ini siap panen jagung yakni Desa Jati, Kecamatan Soko, seluas 1.454 hektar, dan Desa Ngimbang Kecamatan Palang dengan luas 75 hektar.

“Secara keseluruhan, luas panen padi pada Maret mencapai 15.984 hektar dan April seluas 16.167 hektar. Sementara luas panen jagung pada Maret 17.024 hektar dan April mencapai 17.825 hektar,” ujar Murtadji, Jumat (27/3).

Menurutnya, hasil panen ini dipastikan tidak hanya mengamankan kebutuhan untuk Kabupaten Tuban saja, tapi juga bisa dipasok ke daerah lain.

Lebih lanjut Murtadji menyampaikan, masa panen raya petani jagung dan padi ini diikuti dengan harga yang menguntungkan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen menjamin agar hasil panen petani memperoleh harga beli di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Alhamdulillah, saat ini harga gabah di petani Rp 4.200 sampai Rp 4.500 per kilogram untuk gabah kering panen. Untuk jagung, harganya Rp 4.000 per kilogram. Masa panen awal 2020 ini petani benar-benar senang dan semangat bertani,” ungkapnya.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Gatut Sumbogodjati,  Kementan meluncurkan program Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) untuk mengantisipasi gejolak harga saat puncak panen raya.

Program ini akan memberdayakan penggilingan padi dengan membeli gabah dari kelompok petani atau gabungan  kelompok petani yang sesuai HPP. Gabah tersebut nantinya  untuk disimpan dan digiling serta dijual dengan kualitas standar.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian untuk menggerakkan Kostraling dalam menyerap gabah petani, serta manajemen stok distribusi beras. Kita tidak bekerja sendiri, ada beberapa pihak yang berkontribusi dalam Kostraling. Ada pemerintah, penggilingan padi kecil-sedang, bank atau badan layanan mum dengan menyediakan KUR (kredit usaha rakyat), serta pengusaha sebagai penjamin pasar,” paparnya.

Pada akhir tahun 2019 ini, ujar Gatut, Kabupaten Tuban terpilih sebagai pilot project pengembangan kawasan jagung perbenihan berbasis korporasi petani. Pengembangan benih jagung hibrida pada kegiatan korporasi itu, menggunakan varietas hasil rakitan anak bangsa.

Pengembangan kawasan jagung perbenihan tersebut, katanya, diharapkan mampu meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja, yang berujung pada peningkatan devisa negara dan kesejahteraan rakyat. (GR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here