Cina Menghapuskan Tarif Impor Kedelai AS

0
13
Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump selama pertemuan di luar Aula Besar Rakyat di Beijing. (Foto: Artyom Ivanov | TASS | Getty Images)

gemahripah.co – Pemerintah Cina mengatakan akan menghapuskan tarif impor untuk kedelai dan daging babi dari Amerika Serikat (AS), pada Jumat (6/12). Kedua belah pihak mencoba mengadakan perjanjian yang lebih luas untuk meredakan perang dagang mereka yang berlarut-larut.

Seperti dilansir oleh CNBC News, Kementerian Keuangan Cina mengabaikan tarif berdasarkan aplikasi  masing-masing perusahaan untuk impor kedelai dan daging babi AS. Hal itu tidak menentukan jumlah yang terlibat.

Pemberlakuan tarif impor oleh Perintah Cina tersebut sebagai tanggapan terhadap tarif yang diluncurkan oleh As. Pemerintah AS menuduh Cina mencuri dan memaksa transfer kekayaan intelektual Amerika ke perusahaan-perusahaan Cina, yang dikenal sebagai Bagian 301.

Hal itu termasuk tarif 25% untuk kedelai dan babi AS pada Juli 2018. Selanjutnya tarif 10% pada daging babi dan 5% pada kedelai pada bulan September tahun ini.

Pengabaian ini dilakukan di tengah negosiasi antara Amerika Serikat dan Cina untuk menyimpulkan ‘fase satu’. Di mana kesepakatan sementara untuk mengurangi perang dagang selama 17 bulan yang telah mengguncang pasar keuangan, mengganggu rantai pasokan dan membebani pertumbuhan ekonomi global.

Kesepakatan awalnya diharapkan terjadi pada bulan lalu, tetapi kedua belah pihak  masih mencari kesepakatan tentang masalah-masalah yang lebih besar. Seperti tarif yang akan dibatalkan dan kuantum pembelian komoditas pertanian AS oleh Cina.

Meskipun Presiden Donald Trump memberikan nada optimis, putaran baru tarif AS yang mencakup sekitar USD 156 miliar impor Cina akan dimulai pada 15 Desember.

Pengabaian tarif Cina atas produk pertanian utama AS merupakan bentuk komitmen terhadap kesepakatan itu, kata sumber industri yang menolak disebutkan namanya karena sensitifitas masalah tersebut.

Menurut seorang narasumber Cina yang menyarankan Beijing dalam pembicaraan perdagangan, tujuan dari langkah tersebut untuk memperluas pembelian dan meyakinkan AS.

“Ini harus ditafsirkan sebagai sinyal positif. Meskipun banyak kesulitan yang dihadapi kedua belah pihak, kerja sama ekonomi dan perdagangan dan langkah-langkah untuk menghentikan eskalasi perang perdagangan, demi kepentingan kedua belah pihak, ” ujar narasumber itu.

Sejak akhir 2018, Washington telah membebaskan tarif beberapa barang Cina yang masuk ke AS. Pada akhir Oktober, Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) mulai menerima permintaan pengecualian tarif untuk barang-barang Cina, yang dikenakan pajak tambahan yang berlaku sejak 1 September.

Washington memberlakukan tarif tambahan untuk barang-barang Cina senilai sekitar USD 125 miliar pada 1 September. Nilai tersebut di atas 25% tarif yang dikenakan pada daftar barang industri dan konsumen yang sebelumnya bernilai USD 250 miliar. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here