Bunga Krisan dari Sulawesi Utara Siap Masuk Pasar Jepang

0
15
Bunga krisan. (Foto: Rodion Kutsaev @frostroomhead)

gemahripah.co – Menyusul telah dibukanya penerbangan langsung Manado – Jepang, tidak lama lagi bunga krisan asal Provinsi Sulawesi Utara juga bisa masuk pasar Jepang. Hal ini merupakan  peluang besar yang harus ditangkap.

Pernyataan itu disampaikan oleh Donni Muksydayan, Kepala Karantina Pertanian Manado, saat mendampingi Staf khusus Menteri Pertanian, Yessiah Eri, saat kunjungan ke beberapa lokasi budidaya krisan yang ada di Tomohon, pekan lalu.

“Saat ini baru Sumatera Utara yang mengekspor bunga krisannya langsung ke Jepang, kami optimis sebentar lagi bunga krisan asal Sulut akan menyusul,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2020).

Donni menyampaikan, bersama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Karantina Pertanian Manado akan melakukan pendampingan dan fasilitasi para petani krisan asal Sulawesi Utara. Tujuannya untuk memenuhi permintaan pasar ekspor beserta dengan pemenuhan persyaratan ekspor negara Jepang.

Secara topografi, lanjutnya, Sulawesi Utara menyimpan potensi hasil alam yang begitu melimpah bukan hanya dari sektor perkebunan, tapi juga sektor florikultura. Indahnya ribuan bunga krisan yang tumbuh di dataran tinggi Sulawesi Utaea, menambah deretan panjang hasil alam Indonesia untuk diekspor.

“Tepatnya di Kota Tomohon, bunga krisan ini telah banyak dibudidayakan oleh petani lokal dan meramaikan pasar domestik. Tomohon dikenal sebagai sentra krisan terbesar di Indonesia setelah pulau Jawa. Hal itu dibuktikan dengan adanya festival tahunan, Tomohon Internasional Festival Flower (TIFF) yang setiap tahunnya dihadiri oleh beberapa negara Asia hingga Eropa,” jelas Donni.

Petani di Tomohon, ungkapnya, pada umumnya bisa menghasilkan 200.000 pohon per bulan. Secara kualitas krisan asal Sulawesi Utara juga tidak diragukan lagi, karena telah lama dan banyak meramaikan pasar nasional.

“Secara produksi mencukupi. Kami akan bantu mendampingi, karena ada beberapa persyaratan khusus yang mungkin harus dipenuhi untuk masuk pasar internasional. Karantina Pertanian Manado siap memfasilitasi terkait pemenuhan persyaratan 10.000 stek krisan putih, yang rencananya akan di ekspor ke Jepang. Torang Bisa!,” tegas Donni.

Sementara itu, Yessiah Eri Tamalagi, menaruh harapan besar terhadap petani krisan di Sulut. Dia berharap mereka dapat terus konsisten dalam mengembangkan salah satu komoditi primadona tersebut, agar dapat terus berkembang dan bersaing di pasar internasional.

“Kami akan menjamin mengenai ketersediaan bibit krisan di Silawesi Utara harus tetap ada. Kedepannya kami akan berkoordinasi terhadap seluruh pihak – pihak terkait demi lancarnya penyaluran bibit tersebut,” ujar Yessiah. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here