BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada Masa Pancaroba

0
11
Pengendara sepeda motor menembus derasnya hujan di jalanan Kota Tangerang, Banten. (Foto: Latrach Med Jamil @jamillatrach)

gemahripah.co – Selama masa pancaroba, yang harus diwaspadai adalah hujan dengan intensitas tinggi.  Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto.

Peringatan itu kembali ditegaskan, setelah BMKG merilis peringatan kewaspadaan selama pancaroba menjelang masuknya  musim hujan 2020/2021 pada 7 September lalu.

Menurut Guswanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (22/9/2020), pada tanggal 21 September 2020 telah terjadi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang diakibatkan oleh hujan lebat.  Curah hujan intensitas tinggi hingga 110 mm dalam periode 4 jam (15.00-19.00 WIB) terpantau di Citeko.

Hujan lebat tersebut dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil dan diperkuat dengan adanya fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta adanya daerah pertemuan angin  (konvergensi).

“Kombinasi dari ketiga fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa Barat,” jelasnya.

Berkaitan dengan kejadian tersebut, tambahnya, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem skala waktu 3 jam-an untuk wilayah Jawa Barat.

Peringatan itu disampaikan sebelum terjadinya banjir bandang pada tanggal 21 September 2020 sebanyak 5 kali, mulai dari jam 13.45 WIB hingga 22.50 WIB.

Potensi hujan lebat yang terjadi pada siang dan sore di wilayah Bogor, lanjut Guswanto,  secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi luapan air di sekitar daerah aliran sungai Ciliwung. Sehingga masyarakat dihimbau untuk mewaspadai potensi genangan.

“BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan tahun 2020, di mana diprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir bulan Oktober-Nopember 2020,” ungkapnya.

Lebih lanjut Guswanto menyampaikan, selama bulan September-Oktober  periode peralihan musim dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia. Di mana kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

Pada masa peralihan musim ini pihaknya menyatakan perlunya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan fenomena hujan es.

BMKG memprediksikan dalam periode sepekan ke depan, hujan dengan intensitas lebat dapat disertai kilat atau petir berpotensi terjadi di wilayah sebagai berikut.

Periode 22-24 September 2020 : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Periode 25-28 September 2020 : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

“Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem,” jelasnya.

Menurut Guswanto, puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, memicu terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here