Arab Saudi Impor Gandum Perdana dari Investasi Lahan Pertanian di Ukraina

0
10
(Foto: Heiko Janowski @blixxmagger)

gemahripah.co – The Saudi Grains Organization (SAGO), perusahaan yang bergerak di bidang pangan milik Kerajaan Arab Saudi, melakukan impor 60.000 ton gandum dari perusahaan investasi SALIC (perusahaan investasi pertanian dan peternakan Saudi), di Ukraina. Hal ini menandai impor perdananya dari investasi pertanian di luar negeri, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan negara itu.

Seperti dilansir Reuters, gandum Ukraina dibeli dengan harga US$ 248 (Rp3,8 juta) per ton. Kerajaan Arab Saudi memang meminta investor swasta di negara tersebut untuk berinvestasi di bidang pertanian di luar negeri, guna memasok sekitar 10% dari kebutuhan dalam negeri tahun ini.

Kebijakan Kerajaan Arab Saudi tersebut dimaksudkan agar importir makanan regional tidak berebut untuk menambah cadangan bahan makanan, sebagai akibat karantina wilayah (lockdown) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Impor gandum pada awalnya diperkirakan mencapai 355.000 ton dari investor swasta Arab Saudi di luar negeri pada tahun 2020 ini.

“60.000 ton dibeli dari SALIC,” kata seorang pejabat SAGO kepada Reuters.

SALIC, Co. didirikan oleh Kerajaan Arab Saudi pada tahun 2009, dan mulai beroperasi pada tahun 2012. Perusahaan investasi ini didirikan dengan tujuan untuk mengamankan pasokan makanan bagi negara tersebut,  melalui produksi massal dan investasi asing.

Kebutuhan pangan negara-negara Teluk, bergantung pada impor sekitar 80% hingga 90%. Mereka menggelontorkan dana untuk investasi dengan membeli puluhan ribu hektar lahan pertanian murah dan aset pertanian lainnya di beberapa negara, untuk meningkatkan ketahanan pangan mereka selama lebih dari satu dekade ini.

“Pada tahap pertama, dua perusahaan yang terdaftar untuk melakukan investasi adalah SALIC dan Al Rajhi International. Kami masih akan melakukan investasi lebih banyak lagi,” kata sebuah sumber dari SAGO.

Menurut peraturan yang diterbitkan oleh SAGO, investor yang boleh menjual gandum dari investasi mereka di luar negeri, setidaknya 51% sahamnya dimiliki Kerajaan Arab Saudi.  Gandum yang diproduksi di luar negeri juga harus mematuhi semua spesifikasi impor gandum SAGO. Selain itu,  jumlah yang dihasilkan dari satu negara asal tidak boleh kurang dari 5.000 ton.

Selama ini Arab Saudi mengimpor gandum dari Amerika Serikat, Amerika Selatan, Australia, dan Eropa. Untuk pembelian gandum pertama dari investasi di Rusia rencananya akan dikirim awal bulan Mei. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here