Antisipasi Kemungkinan Krisis Pangan Akibat Wabah Covid-19 dan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Jawa Timur

0
10
Ilustrasi petani memupuk padi. (Foto: Max K @maxkuk)

gemahripah.co – Wabah Covid-19 berkepanjangan menuntut pemerintah untuk mengantisipasi krisis pangan di berbagai daerah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah percepatan tanam pada provinsi yang menjadi lumbung padi, seperti misalnya Jawa Timur.

Di provinsi tersebut ada enam kabupaten yang menjadi lumbung padi, yaitu Ngawi,Tulungagung, Nganjuk, Tuban, Bojonegoro, dan Jember. Enam kabupaten tersebut dinilai memiliki potensi besar produksi padi sehingga mampu menopang kebutuhan padi untuk Jawa Timur dan nasional.

Khofifah pernah menyampaikan dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020), Percepatan tanam merupakan langkah antisipasi bersama, dan diharapkan agar tidak terlambat.

“Percepatan tanam ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Pemprov akan melakukan pengawasan pendistribusian benih dan penyaluran pupuk subsidi kepada petani,” ujarnya saat itu.

Sedangkan untuk memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi menjelang musim tanam Oktober 2020 – Maret 2021, pihaknya melakukan kunjungan ke Petrokimia Gresik, pada Kamis (17/9/2020). Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meninjau gudang pupuk bersubsidi.

“Saya minta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk, dalam hal penyediaan pupuk bersubsidi. Bersama pemerintah daerah akan melakukan pengawasan ketat terkait penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani, guna menyukseskan musim tanam kedua ini,” jelasnya

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa saat ini stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik mencapai 557.733 ton, melebihi ketentuan minimum pemerintah sebesar 491.518 ton.

“Stok tersebut terdiri dari Pupuk Urea 69.977 ton, ZA 78.653 ton, SP-36 110.248 ton, NPK Phonska 224.088 ton, dan Petroganik 74.767 ton,” urainya.

Dari total stok pupuk bersubsidi tersebut, lanjut Dwi, untuk Provinsi Jawa Timur sebesar 217.895 ton, dengan rincian Urea 69.977 ton, ZA 30.675 ton, SP-36 31.389 ton, NPK Phonska 46.932 ton dan Petroganik 38.922 ton.

“Kewajiban Petrokimia Gresik adalah menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan atau penugasan dari pemerintah,” katanya.

Dwi mengungkapkan, dalam penyaluran pupuk bersubsidi pihaknya berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2020.

Permentan dimaksud, mengantur tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi, dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020.

“Dalam Permentan tersebut, Kementan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi nasional sebesar 7,9 juta ton kepada Pupuk Indonesia. Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat tugas penyaluran sebesar 4,7 juta ton atau 59% dari total penugasan nasional,” jelasnya

Selebihnya, tambah Dwi, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding Pupuk Indonesia lainnya.

“Selain memenuhi kewajiban menyalurkan pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk non-subsidi, sebagai solusi bagi petani yang kebutuhan pupuknya tidak teralokasi dalam skema subsidi,” pungkasnya. (Made Wirya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here