Akselerasikan Penggunaan Teknologi Digital di Sektor Industri, Indonesia Butuh Banyak Provider Cloud Computing dan IoT

0
7
(Foto:  Caspar Camille Rubin @casparrubin)

gemahripah.co – Pemanfaatan teknologi digital seperti cloud computing dan internet of things (IoT) berperan penting dalam upaya mendorong produktivitas sektor manufaktur, termasuk industri kecil menengah (IKM), di tengah pandemi Covid-19. Langkah ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih, di Jakarta, dalam keterangan tertulis, Senin (26/10).

Menurut Gati, pandemi Covid-19 memang menjadi permasalahan dunia terutama dengan adanya aturan pembatasan sosial. Diterapkannya social distancing, membuat terjadinya pergeseran dalam gaya hidup termasuk perputaran roda bisnis.

Guna menekan dampak pandemi, lanjutnya, salah satu yang menjadi perhatian Kemenperin adalah menjaga aktivitas pelaku usaha di dalam negeri, dengan memanfaatkan penggunaan teknologi berupa cloud computing dan IoT. Perkembangan teknologi digital mendorong terciptanya banyak terobosan baru.

“Misalnya, manfaat penggunaan cloud computing mulai dari keamanan digital yang digunakan, jaringan, pusat data, dan server yang mumpuni. Selain itu, pemanfaatan dari sistem IoT akan menghubungkan teknologi, informasi, dan komunikasi secara mudah,” paparnya.

Gati menyampaikan, keunggulan dua teknologi tersebut berguna dalam menjaga keberlangsungan usaha sektor IKM. Sentuhan teknologi ini akan membawa dampak yang besar bagi bisnis sektor IKM, khususnya saat masa pandemi.

Guna mengakselerasi penggunaan teknologi digital di sektor industri, Gati berharap perlunya banyak provider teknologi cloud computing maupun IoT yang dapat menopang proses produksi secara lebih efisien.

“Jadi, pentingnya membentuk ekosistem solusi yang dapat menjembatani kebutuhan industri dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Managing Director Datacomm Cloud Business Sutedjo Tjahjadi mengatakan, pihaknya sudah memulai bisnis cloud computing sejak enam tahun lalu. Teknologi ini dinilai membuat semua pekerjaan menjadi serba praktis dan tidak perlu menggunakan infrastruktur yang besar. Bahkan cloud computing dapat meminimalisir biaya pengeluaran perusahaan.

“Era yang makin digital, komputer semakin menyentuh semua kehidupan kita terutama saat pandemi ini. Dan online menjadi suatu yang critical untuk dilakukan secara berkesinambungan dalam kehidupan kedepannya,” paparnya. (GR)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here