Airlangga Hartarto: PPKM Mikro Diperpanjang 23 Februari – 8 Maret 2021

0
6
Pekerja perempuan bermasker di Jakarta. (Foto: Bagir Bahana @bagirbahana)

gemahripah.co – Setelah diberlakukan PPKM Mikro (Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala mikro) di 123 Kabupaten/Kota pada 7 Provinsi, jumlah kasus aktif Covid-19 turun hingga -17,27% dalam sepekan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/2/2021)

Selain itu, tambahnya, tren kematian di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bali tercatat mengalami penurunan. Tren Bed Occupancy Ratio (BOR) juga mengalami penurunan di angka < 70% di semua provinsi yang menerapkan PPKM Mikro.

“Angka-angka empat parameter penanganan Covid-19 ini cukup menggembirakan, selain itu tren kepatuhan protokol kesehatan di seluruh provinsi juga berhasil meningkat di kisaran 87,64% hingga 88,73%,” ujarnya.

Dalam rentang 5-17 Februari 2021, jelas Airlangga, selisih persentase kasus aktif nasional terjadi penurunan sebesar -2,53% (dari 176.672 pada 5 Februari menjadi 162.182 kasus aktif pada 17 Februari 2021). Sedangkan angka absolut kasus aktif mengalami penurunan sebesar 10,29% menjadi 158.498 kasus aktif.

“Mempertimbangkan bahwa pelaksanaan PPKM Mikro berjalan cukup efektif, Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang penerapan PPKM Mikro selama 2 minggu ke depan, mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021,” ungkapnya.

Mernurut Airlangga, hal tersebut juga sesuai dengan hasil evaluasi Komite PC-PEN bersama Pemerintah Daerah.

Lebih lanjut Airlangga menyampaikan, untuk menindaklanjuti keputusan Komite PC-PEN yang memperpanjang penerapan PPKM Mikro tersebut, telah diterbitkan Instruksi Mendagri Nomor 04 Tahun 2021.

Instruksi tersebut tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

“Dengan terbitnya Instruksi Mendagri ini, maka ketujuh Gubernur di Jawa-Bali yang menjadi wilayah prioritas akan segera menerbitkan aturan pelaksanaannya di masing-masing wilayah melalui penerbitan Peraturan/Instruksi/SE Gubernur terkait pelaksanaan Perpanjangan PPKM Mikro,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan, sejalan dengan perpanjangan PPKM Mikro dan percepatan pelaksanaan vaksinasi, diharapkan penanganan kasus Covid-19 akan semakin terkendali, sebagai prasyarat utama keberhasilan upaya pemulihan ekonomi.

Selain itu, lanjutnya, melihat kondisi saat ini masih terus terjadi penambahan kasus Covid-19, dan  sedang musim hujan  di mana terjadi bencana di beberapa daerah, perlu terus mengingatkan masyarakat terhadap kepatuhan penerapan protokol kesehatan.

“Kita tetap tidak boleh lengah, walaupun vaksinasi sudah dilakukan, karena virus Covid-19 ini masih ada. Protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan dengan ketat,” tegasnya. (GR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here